Rabu, 08 Agustus 2012

Sentra Usaha gitar Mancasan: Keahlian tutun-temurun


Suarapos.blogspot.com - Sebagai sentra pembuatan gitar, hampir semua model dan ukuran gitar bisa Anda temukan di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kualitasnya juga bervariasi, mulai dari yang rendah hingga kualitas jempolan.

Dengan pilihan produk yang demikian banyak, tentu harganya juga bervariasi. "Berbeda kualitas dan ukuran gitar, tentu harganya juga beda," jelas Joko, salah seorang perajin gitar di Desa Mancasan.

Dari segi ukuran, gitar terkecil yang diproduksi para perajin di desa ini hanya memiliki panjang sekitar 40 centimeter (cm) atau seukuran ukulele. Adapun yang terbesar panjangnya bisa mencapai 1,5 meter.

Selain itu, di desa ini banyak juga dihasilkan gitar tiruan dari merek ternama. Gitar merek Yamaha paling banyak duplikatnya di kawasan ini. Para perajin biasa menyebutnya gitar model \'tembakan\'.

Selain model \'tembakan\', perajin gitar juga membuat model-model lain. Di antaranya ada model bulat hingga model dengan ujung-ujung runcing atau biasa disebut model tanduk.

Perajin gitar lain, Triman bilang, bila dihitung-hitung variasi gitar yang diproduksi bisa ratusan jenis. Triman sendiri biasanya mendapatkan inspirasi model terbaru gitar dari media massa. "Saya sering melihat model gitar unik di majalah atau televisi lalu saya buat," ujarnya.

Triman juga sering mengaplikasikan berbagai model gitar dalam satu produk. Misalnya, ia pernah mengaplikasikan beragam model gitar elektrik pada gitar akustik. "Jadi dari luar kaya gitar listrik, padahal akustik," jelasnya.

Ia mengklaim, gitar model itu hanya ditemui di kawasan Sukoharjo sekitarnya saja dan tak banyak di jual di daerah lain.

Giatmo, perajin gitar lain membenarkan bahwa hampir semua model gitar yang mereka produksi merupakan hasil meniru. Bahkan, model gitar tembak ini bisa divariasikan dengan memberi warna beraneka ragam, seperti biru, merah, dan gradasi.

Untuk harga jual tentu tergantung kualitas gitar tersebut. Joko bilang, kualitas gitar ditentukan oleh bahan dasarnya. Untuk gitar dengan kualitas terendah biasanya terbuat dari kayu tripleks dan kayu mahoni muda.

Adapun gitar kualitas menengah terbuat dari kayu mahoni yang lebih bagus. Sementara gitar kualitas paling tinggi dibuat dari kayu maple impor atau kayu jati londoh.

Ciri lain, gitar kualitas rendah biasanya dihias stiker yang banyak dijual di pasaran. Sementara, gitar kualitas baik biasanya dihias sendiri oleh para perajin.

Nah, untuk urusan menghias gitar, Joko memilih mengerjakan sendiri. Menurutnya, menghias gitar butuh keahlian agar hasilnya baik. "Makanya, saya kerjakan sendiri," ujarnya.

Joko bilang, semakin baik hiasan gitar akan semakin mahal pula harganya. Bila gitar kualitas menengah ke bawah bisa didapat dengan harga Rp 200.000-Rp 300.000 per gitar, maka gitar berkualitas baik mulai Rp 500.000-Rp 800.000 per gitar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar